Judul: Jas Hujan Buat AbiPenulis: Fahri AzizaPenerbit: Cakrawala PublishingTahun terbit: 2007Jumlah Halaman: 128 *** Siapa yang belum krnal dengan Bang Fahri Aziza. Saya mengenal beliau dari cerpen-cerpen beliau di majalah Annida dan Ummi zaman baheulak dulu. Karyanya memang bombastik. Setiap kalimat memiliki 'jiwa'. Buku ini adalah kenang-kenangan yang diberikan siswaku Najwa semasa dia kelas 5 SD, entah di mana anak itu sekarang. Kontak semua anak hilang sejak FB pertama tidak bisa dibuka. Ya, udah, kita bahas buku aja ya. Semoga amal ibadah Najwa bisa menjadi timbangan di akhirat kelak. Sebenarnya, buku ini sudah lama saya baca setelah Najwa memberikannnya kepada saya. Bulan kemarin, saya bacakan kembali bersama ketiga bocah saya. Buku ini berkisah tentang sebuah keluarga kecil yang terdiri dari Abi, Ummi, Sakinah, dan Salamah. Abi hanyalah seorang penjaga kolam milik nyonya Kirana. Namun, nyonya Kirana sangat baik dengan keluarga Abi. Abi boleh mengambil ikan kapan pun bila untuk dimakan sendiri (bukan untuk dijual). Kehidupan sederhana keluarga ini ternyata penuh lika-liku sedih dan senang. Namun, yang paling membekas adalah ketika kolam yang dijaga oleh Abi diminta ditutup oleh tante Uti, seorang pejabat yang rumahnya tepat di seberang kolam ikan itu. Tante Uti merasa terganggu dengan kolam tersebut. Namun, seperti biasa Abi menanggapinya dengan sabar. Tentu saja perseteruan itu melibatkan Nyonya Kirana dan kelurahan setempat. Bahkan Abi mau dipolisikan. Namun, Abi terus mencari cara untuk membuat kolam itu tidak ditutup, yaitu dengan memindahkan pohon pinang di sisi kolam. Ternyata, pemandangan kolam menjadi indah. Melihat pemandangan yang berubah itu, tante Uti berubah sifatnya menjadi baik. Novel keluarga ini membuat saya dan anak-anak tergelak dengan tingkah laku Sakinah (dipanggil Nanah) yang disajikan khas anak-anak, juga Salamah (dipanggil Amah, yang mandiri). Sebagian kisah memang membuat dada bergemuruh dan mata hendak menitikkan airnya ketika membaca kisah Amah berusaha membelikan jas hujan buat Abi. Secara keseluruhan cerita, saya sangat menganjurkan para orang tua untuk membaca kisah ini. Kisah menyentuh dan menandung nilai kebaikan. Salah satunya adalah kesabaran. Buku ini pantas untuk dibaca oleh semua kalangan. Secara fisik, buku yang lembaran kertasnya HVS ini cukup kuat dan sudah belasan tahun masih terlihat putih dan jilidnya juga masih kuat. Untuk Ananda Najwa, terima kasih telah memberikan buku ini. Adik-adiknya sekarang sudah selesai membacanya.Terima kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung. Silakan berikan pendapatmu disini ya ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung. Silakan berikan pendapatmu disini ya ^^